Pelatihan Data dan Informasi Bencana Indonesia di Provinsi DIY (DIBI Jogja)
Pada tanggal 7-8 Agustus 2009, bertempat di Sasanti Resto, Yogyakarta, telah berlangsung pelatihan Data dan Informasi Bencana Indonesia untuk Provinsi DIY yang dikenal juga dengan nama DIBI Jogja. Pelatihan ini dihadiri oleh kurang lebih 30 peserta dari berbagai pemangku kepentingan baik itu instansi pemerintah yang terlibat di bidang penanggulangan bencana, seperti Kesbanglinmas, Dishubkominfo, Dinkes, Bappeda, BMG, maupun peserta dari institusi seperti PSBA-UGM, HRC dan YEU.
Pada hari pertama pelatihan ditujukan untuk pelatihan penggunaan DIBI Jogja. Namun sebelumnya peserta diberi pemahaman mengenai metodologi DesInventar yang digunakan oleh DIBI Jogja, kelebihan dan keterbatasan DIBI Jogja juga diulas disini. Peserta dilatih untuk menggunakan berbagai fitur analisa data kejadian bencana yang tersedia dalam DIBI, mulai dari pemilihan parameter data yang diinginkan, menampilkan data dalam bentuk grafik, statistik dan melalui peta. Peserta juga dilatih kemampuan untuk menganalisa tren kejadian bencana dan dampaknya secara sistematis.
Pada hari kedua pelatihan membahas aspek administrasi sistem. Administrasi disini dibagi menjadi dua, administrasi data dan administrasi sistem. Administrasi data mengulas langkah-langkah untuk memasukkan, mengubah, dan menghapus data dari dan ke dalam sistem. Administrasi sistem berfokus pada manajemen sistem DesInventar itu sendiri, database yang digunakan dan konfigurasi parameter. Di akhir pelatihan, peserta ditawarkan untuk instalasi sistem ini di komputer mereka masing-masing.
Satu hal yang membedakan pada pelatihan kali ini adalah adanya evaluasi untuk para peserta. Peserta dibagikan kuisioner seputar data kejadian bencana di propinsi DIY. Hasil dari evaluasi ini cukup menggembirakan yaitu dari perbandingan hasil evaluasi tampak terjadi peningkatan Nilai Rata-rata peserta pelatihan sebesar 36,24% dari 200,77 menjadi 273,53, Nilai Minimum naik 50% dari 80 menjadi 120, dan Nilai Maximum naik 18,18% dari 330 menjadi 390.
|